Sabtu, 26 Februari 2011

MEMBERDAYAKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS


MEMBERDAYAKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Menteri pendidikan M. Nuh mengungkapkan, ada bagian masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus (anak-anak penyandang status autis), dan pemerintah merealisasikan dana 5 milyar untuk pendidikan anak-anak autis (Jawa pos 8/1/11). Ini cukup jelas bahwa semua itu dilakukan dikarenakan adanya kepedulian terhadap anak bangsa, dan memberi kesempatan kepada anak-anak penyandang autis untuk menggali talentanya. Namun, pemerintah tidak cukup dengan hanya memberikan dana, lantas lepas tangan begitu saja. Seharusnya, pemerintah juga berfikir keras pendidikna apa yang paling layak untuk mereka, dan juga harus memilih tenaga pengajar yang benar-benar bisa mendidik mereka serta tahu keadaan mereka. Tentunya para tenaga pengajar itu harus memiliki emosional question, dan spiritual question tinggi.
Seperti opini yang berkembang dimasyarakat, khalayak meremehkan anak-anak autis yang dianggap tidak memiliki talenta. Namun, semua itu salah besar coba tonton acara reality show Rosy di sebuah stasiun televisi swasta, itu cukup menarik sekali bukan? ketika menghadirkan beberapa anak-anak autis yang memiliki talenta yang seharusnya diberikan apresiasi tinggi oleh pemerintah dan masyarakat. Kini, saatnyalah melihat sesuatu tidak dengan sebelah mata, bahwa anak-anak yang menyandang status autis juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuanya.
Oleh karena itu, marilah kia bersama-sama menumbuhkan kepercayaan anak-anak yang menyandang status autis bukan malah menjahui atau maenyingkirkan mereka.

*Oleh: Ach. Taufiqqurrahman mahasiswa FKIP UNISMA

kumpulan puisi kahlil gibran

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)


"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran) 
 
(pe_penk@yahoo.co.id)

Senin, 31 Januari 2011

NEGERIKU MENAGIS DALAM TAWA


NEGERIKU MENAGIS DALAM TAWA
Kenapa mereka menangis?                                                                                              
       Indonesia adalah negara besar dan berpulau-pulau dengan penduduk yang cukup padat kurang lebih 238 juta jiwa, itulah kenyataan yang ada di negara kita sekarang. Akan tetapi apalah arti besarnya negara dengan penduduk yang begitu padat dan sumber daya alam (SDA) melimpah ruah, Ketika kita masih melihat saudara-saudara kita menangis karena kelaparan dan busung lapar. Lalu, dimana kemerdekaan dan melimpah ruahnya sumber daya alam (SDA) yang kita banggakan selama ini? Negara kita kini dilanda berbagi macam bencana alam yang cukup memprihantinkan dan mengerikan, mulai dari bajir yang terjadi dimana-mana, gempa bumi yang tidak terdeteksi, tanah longsor, dan akhir-akhir ini negeri kita dihebohkan dengan letusan gunung Merapi yang menelan banyak korban. Kita tidak tahu apa penyebab dari semua itu, apa ini semua disebabkan bumi sudah tua, apa mungkin dikarenakan perilaku penghuni bumi ynag tidak pantas lagi, atau karna kita kurang bersyukur? Tentunya pertanyaan-pertanyaan itu selalu hadir di dalam benak kita, dan kita sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Namun semua itu adalah ujian untuk kita semua sebagai rasa sayang Allah kepada hamba-Nya.                                                      
         Cobalah perhatikan dan pahami semua kejadian yang telah melanda negeri ini dari tahun ke tahun, dari setiap pergantian presiden pasti ada kejadian yang selalu meresahkan penduduk negeri ini. Lebih celakanya lagi ketika setiap kejadian itu melanda, orang terdepan di negeri ini tidak ada di saat mereka dibutuhkan. Dimana tanggung jawab mereka sebagai pengemban amanah dari rakyat? Alhasil mereka hanya saling menyalahkan satu sama lain ketika bencana alam melanda. Saya sepakat dengan seseorang yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini yang kerap kali disapa Gus Dur, yang mengatakan: “DPR/MPR itu adalah Taman Kanak-Kanak (TK)”. Mereka terlalu banyak pendapat sehingga dari sekian banyak pendapat mereka tidak bisa merealisasikan pendapatnya itu. Kita harus menganalisis dari setiap fenomena alam yang telah menimpa negeri ini, apa yang terjadi sebenarnya? Akankah negeri ini terus menerus menagis tanpa henti dengan dilanda bencana alam yang beruntun? Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi untuk selanjutnya, semua itu adalah seleksi alam yang tidak dapat terdeteksi oleh teknologi canggih sekalipun. Ini semua kenyataan yang terjadi di negeri kita, penuh haru dan tagisan orang-orang yang tidak berdosa. Anak-anak yang tidak tahu apa-apapun ikut menyaksikan dan merasakan kejadian-kejadian alam yang seharusnya mereka tidak tahu. Alhasil mereka sock melihat kejadian alam yang menimpa negeri ini, dan membuat mereka jatuh bagun dan terpuruk dengan keadaan yang mereka rasakan pada saat ini.
Kenapa mereka masih tertawa?                                                                                                                 Alangkah lucunya negeri ini ketika dilanda bencana alam yang bertubi-tubi, ternyata mereka masih bisa tertawa terbahak-bahak, jagongan, berjoget ria, bahkan mereka berpesta minuman keras. Seolah-olah mereka tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari pekerjaan yang dilaknat oleh Allah itu. Namun ini kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri lagi yang saat ini terjadi di negeri kita. Mereka tidak menghiraukan tagisan-tagisan yang mengilukan telinga. Meraka hanya sibuk,, bersenang-senang dan tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi disisi lain saudara kita menangis merintih kesusahan membutuhkan bantuan kita.                                                                                                                 Ini sangat memprihatinkan, diluar sana saudara kita lagi mennagis, merintih dengan kesengsaraan tetapi meraka orang-orang yang berdasi tidak merasakan apa yang mereka alami, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi dan mencari keuntugan dari setiap kejadian, mereka makan enak dan lezat, pakaian yang mereka pakai mewah-mewah. Apakah oleh karena itu semua menyebabkan terjadinya bencana alam yang melanda negeri ini? tetapi entah kenapa mereka tidak sadar dengan kejadian-kejadian yang telah terjadi akhir-akhir ini? seandainya jika kita sempat membuka mata hati kita dan merangkul saudara-saudara kita yang lagi membutuhkan uluran tangan kita, alangkah damai dan indahnya negeri ini. Mungkin tidak akan ada lagi saudara-saudara kita yang merintih, dengan tangisan yang mengilukan telinga.  
        Atas kejadian itu semua marilah kita berbesar hati untuk menerima keadaan yang telah melanda negeri ini dan mencobalah membuka mata hati untuk merangkul saudara-saudara yang membutuhkan kita. Bencana alam adalah peringatan dan ujian dari Allah,yang patut kita terima dengan lapangdada sehingga kita mendapatkan kekuatan spiritual, tertawalah di saat saudara kita tertawa, rangkullah disaat saudara kita menagis. Maka dengan itu semua kita tidak akan melihat saudara-saudara kita menagis lagi. Damai dan sejahteranya negeri ini, jika itu semua terealisasikan di negeri kita. Mudah-mudahan kita sadar dan menyadari dari semua kejadian alam yang telah menimpa negeri ini.                                                 

Sabtu, 01 Januari 2011

pasar tradisionalku dirampas


PASAR TRADISIONALKU DIRAMPAS
Opini yang berkembang di masyarakat menjadi polemik panas yang di isukan bahwa pasar tradisional merusak citra lingkungan, sehingga ini semua harus diselesaikan bersama-sama antara pemrintah, pedagang, dan masyarakat. Sangat disayangkan ketika pasar tradisional ini disulap menjadi pasar modern/Mol, kemana mereka pedang kaki lima akan mencari lapak untuk mendapatkan nafkah menghidupi keluarganya dan diri sendiri, apakah sampai sejauh itu pemerintah daerah (PEMDA) berfikir? Saya pikir tidak, dimana hak-hak kebebasan mereka yang katanya pemerintah melindungi setiap warga negaranya? Hak-hak mereka telah di ambil oleh oknom, dan pemerintah daerah (PEMDA) yang bekerjasama dengan investor yang tidak perduli terhadap nasib kaum miskin yang selama ini mereka mencari nafkah dari pasar tradisional itu.
Pasar Dinoyo Malang contohnya yang konon kabarnya akan digusur dijadikan Mol, seharusnya pemerintah daerah (PEMDA) mempunyai pandangan apa yang akan terjadi jika itu terealisasikan, pengangguran akan bertambah, angka kemiskinan akan semakin meningkat, dan yang paling disayangkan kemungkinan besar terjadi, anak-anak yang tidak tahu apa-apa akan putus sekolah hanya dikarenakan penggusuran yang tidak manusiawi itu, walaupun pemerintah dan investor memberi uang ganti rugi. Namun, itu hanya bersifat sementara dan mereka tidak lagi mempunyai penghasilan tetap sehari-hari seperti biasanya. Alhasil, mereka akan meratapi nasib yang seharusnya itu tidak terjadi.
Pemerintah daerah (PEMDA) seharusnya mengambil sikap yang sama-sama tidak merugikan salah satu pihak, kelolahlah kekayaan alam dengan kreatifitas ilmu pengetahuan. Kebudayaan pasar tradisional selama ini yang menjadi salah satu penyumbang devisa. Negara yang seharusnya dilestarikan dan dijaga bukan malah disulap dijadikan Mol, ini semua adalah problematika yang harus kita selesaikan bersama antara pemerintah daerah (PEMDA), masyarakat, dan pedagang sehingga tidak akan terjadi problem yang berlarut-larut. Alangkah damai dan sejahteranya negeri ini, jika kita saling merangkul mereka yang membuthkan, mudah-mudahan kesadaran menyertai mereka yang selalu menyusahkan kaum miskin dan kemiskinan bisa di dientaskan di negeri kita ini. Marilah kita mengambil hikmah dari setiap kejadian untuk catatan memulai langkah awal semakin lebih baik  dengan persatuan dan rasa persaudaraan yang erat.
Itu yang harus kita tanamkan sejak dini sebagai pengikat persatuan diantara warga Negara yang mana, kita adalah mahluk zone politicon (makluk yang saling membutuhkan). Namun, itu tidak ada diantara kita, mereka orang yang berpendidikan dan kaya, hanya memikirkan kehidupan mereka sendiri  tidak pernah memperhatikan apa yang terjadi di sekeliling kita. Dimana hak-hak kita sebagai kaum miskin? Seolah-olah hak itu bisa dibeli dengan uang dan kita tidak berarti apa-apa jika di hadapkan dengan status sosial yang tinggi itu. Tentu, kita tidak terima dengan keadaan itu, kita tetap berontak melawan hal-hal yang kita anggap itu adalah penindasan bagi kita yang menguntungkan salah satu pihak.
 Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menumbuhkaan pola pikir dan tindakan yang tidak merugikan orang lain, memberikan solusi cerdas untuk mengatasi problematika yang terjadi di lingkungan sekitar kita sehingga tidak ada lagi kata-kata penindasan dan pihak yang dirugikan.


By: Ach.Taufiqurrahman*FKIP Jurusan Bahasa Inggris UNISMA*












CURICULUM VITAE
Nama                           : Ach. Taufiqurrahman
Tempat tgl lahir            : Kr. Anyar Paiton Probolinggo 21-02-1988
Alamat sekrang           : Jl. Joyo Mulyo Malang no. 338
Phone                          : 08973871708
Pendidikakan terakhir  :  MI Nurul Jadid             
                                        MTS Nurul Jadid           
                                        SMA Nurul Jadid           
Pendidikan sekarang    : FKIP Jurusan Bahasa Inggris Semester lll UNISMA
Pengalaman organisasi: Anggota ESA (English Student Association) FKIP UNISMA
                                       Anggota fenomene lembaga pres masiswa UNISMA
   Anggota teater bangkit UNISMA
   Wakil ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia rayon Al-Kindi UNISMA
                                       Wakil ketu IMPRO (Ikatan Mahasiswa Probolinggo) UNISMA
Tulisan pernah dimuat: Gagasan judul pusat pengaduan di KBRI jawa pos (22/11/10)
                                      Opini judul paradigma pendididkan Indonesia bulletin mahasiswa


Jumat, 31 Desember 2010

paradikma pendidikna indonesia



PARADIGMA PENDIDIKAN INDONESIA
Mutu pendidikan Indonesia akhir – akhir ini banyak disoroti dari berbagai kalangan, hal ini tidak lepas dari realitas obyektif dalam dunia pendidikan yang menuai banyak masalah dan tidak pernah memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi polemik pendidikan di Indoesia. Indonesai termasuk negara yang masyarakatnya minim mengerti tentang pendidikan dan inilah polemik yang harus kita atasi bersama, sebagai mahasiswa  agen perubahan  agen of change.
Pendidikan akan mengikuti perkembangan jaman dan akan selalu menuntut kita semua untuk terus  maju sesuai dengan perkembangan jaman. Ini semua adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari lagi, apalagi banyak lembaga – lembaga asing yang marak masuk ke Indonesia. Menurut logika kaum maxian ”  Kita adalah kompetitor untuk berkompetisi dalam dunia pendidikan karna tidak akan ada dinamika tanpa kompetisi ”.
Oleh karena itu, salah satu agenda Departemen Pendidikan Nasional sekarang adalah mencetak siswa atau mahasiswa agar memiliki kemampuan, IPTEK dan IMTAQ agar bisa bersaing untuk menghadapi perkembangan jaman. Persaigan akan ketatnya pendidikan sudah dimulai, tetapi semua itu diluar sadar kita, memang kita harus mengakui bahwa pendidikan kita kalah jauh kalau dibanding dengan pendidikan lain di Asia Tenggara sana.
Apa yang harus kita perbuat? Apa hanya duduk manis melihat mereka menunjukkan eksistensinya dalam pendidikan? Menurut Mohammad Iqbal, seorang pemikir Islam Pakistan ” Siapapun yang berhenti meskipun sejenak pasti akan tergilas ” Artinya yang mempunyai kualitaslah yang akan menjadi penguasa, yang menjadi persoalan adalah sebagian besar masyarakat Indonesia belum siap untuk berkompetisi karena rendahnya kualitas SDM, menurut Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. “ manajemen dan mutu pendidikan di Indonesia yang kualitasnya masih diragukan ”.
Pendidikan yang bermanfaat adalah pendidikan yang menimbulkan pemikairan kritis terhadap keadaan, bisa beradaptasi dengan cepat dalam membawa perubahan ke hal yang lebih positif, dan tujuan pendidikan adalah ingin terbentuknya sebuah tatanan masyarakat sosial yang dalam hidupnya menjadikan pendidikan sebagai tolok ukur kita untuk menjadi lebih baik, baik itu pendidikan Islam maupun pendidikan Umum.
Hiruk pikuk akan ketatnya daya saing dan menuntut kita  untuk menghapapi tuntutan global, betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan untuk mengangkat derajat seseorang, tetapi  kenapa masyarakat kita tidak sadar akan begitu pentingnya pendidikan? Siapa yang harus disalahkan negara, menteri pendidikan, ataukah kita? Kita kembali kepada kesadaran kita masing – masing akan kebutuhan pendidikan untuk masa depan dan menghadapi tuntutan global.
Degan demikian, kesadaran  adalah kunci utama yang harus dibina dalam diri kita dan yang menjadi hal paling pokok untuk pengendalian diri sendiri. Jika hal ini dijadikan prioritas utama dalam kehidupan kita, maka akan ada kontrol yang hebat dan peggendalian diri atas dasar kemajuan pendidikan dan tuntutan  untuk menghadapi peradaban dunia global. Semoga Allah SWT. Selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan ummat Islam... Amin...yarobbal...‘alamin.
                                                         

    By: Ach. Taufiqurrahman
    Pen.  Bhs. Iggris / Class D