NEGERIKU MENAGIS DALAM TAWA
Kenapa mereka menangis?
Indonesia adalah negara besar dan berpulau-pulau dengan penduduk yang cukup padat kurang lebih 238 juta jiwa, itulah kenyataan yang ada di negara kita sekarang. Akan tetapi apalah arti besarnya negara dengan penduduk yang begitu padat dan sumber daya alam (SDA) melimpah ruah, Ketika kita masih melihat saudara-saudara kita menangis karena kelaparan dan busung lapar. Lalu, dimana kemerdekaan dan melimpah ruahnya sumber daya alam (SDA) yang kita banggakan selama ini? Negara kita kini dilanda berbagi macam bencana alam yang cukup memprihantinkan dan mengerikan, mulai dari bajir yang terjadi dimana-mana, gempa bumi yang tidak terdeteksi, tanah longsor, dan akhir-akhir ini negeri kita dihebohkan dengan letusan gunung Merapi yang menelan banyak korban. Kita tidak tahu apa penyebab dari semua itu, apa ini semua disebabkan bumi sudah tua, apa mungkin dikarenakan perilaku penghuni bumi ynag tidak pantas lagi, atau karna kita kurang bersyukur? Tentunya pertanyaan-pertanyaan itu selalu hadir di dalam benak kita, dan kita sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Namun semua itu adalah ujian untuk kita semua sebagai rasa sayang Allah kepada hamba-Nya.
Cobalah perhatikan dan pahami semua kejadian yang telah melanda negeri ini dari tahun ke tahun, dari setiap pergantian presiden pasti ada kejadian yang selalu meresahkan penduduk negeri ini. Lebih celakanya lagi ketika setiap kejadian itu melanda, orang terdepan di negeri ini tidak ada di saat mereka dibutuhkan. Dimana tanggung jawab mereka sebagai pengemban amanah dari rakyat? Alhasil mereka hanya saling menyalahkan satu sama lain ketika bencana alam melanda. Saya sepakat dengan seseorang yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini yang kerap kali disapa Gus Dur, yang mengatakan: “DPR/MPR itu adalah Taman Kanak-Kanak (TK)”. Mereka terlalu banyak pendapat sehingga dari sekian banyak pendapat mereka tidak bisa merealisasikan pendapatnya itu. Kita harus menganalisis dari setiap fenomena alam yang telah menimpa negeri ini, apa yang terjadi sebenarnya? Akankah negeri ini terus menerus menagis tanpa henti dengan dilanda bencana alam yang beruntun? Kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi untuk selanjutnya, semua itu adalah seleksi alam yang tidak dapat terdeteksi oleh teknologi canggih sekalipun. Ini semua kenyataan yang terjadi di negeri kita, penuh haru dan tagisan orang-orang yang tidak berdosa. Anak-anak yang tidak tahu apa-apapun ikut menyaksikan dan merasakan kejadian-kejadian alam yang seharusnya mereka tidak tahu. Alhasil mereka sock melihat kejadian alam yang menimpa negeri ini, dan membuat mereka jatuh bagun dan terpuruk dengan keadaan yang mereka rasakan pada saat ini.
Kenapa mereka masih tertawa? Alangkah lucunya negeri ini ketika dilanda bencana alam yang bertubi-tubi, ternyata mereka masih bisa tertawa terbahak-bahak, jagongan, berjoget ria, bahkan mereka berpesta minuman keras. Seolah-olah mereka tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekeliling mereka. Naudzubillah, semoga kita dijauhkan dari pekerjaan yang dilaknat oleh Allah itu. Namun ini kenyataan yang tidak dapat kita pungkiri lagi yang saat ini terjadi di negeri kita. Mereka tidak menghiraukan tagisan-tagisan yang mengilukan telinga. Meraka hanya sibuk,, bersenang-senang dan tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi disisi lain saudara kita menangis merintih kesusahan membutuhkan bantuan kita. Ini sangat memprihatinkan, diluar sana saudara kita lagi mennagis, merintih dengan kesengsaraan tetapi meraka orang-orang yang berdasi tidak merasakan apa yang mereka alami, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi dan mencari keuntugan dari setiap kejadian, mereka makan enak dan lezat, pakaian yang mereka pakai mewah-mewah. Apakah oleh karena itu semua menyebabkan terjadinya bencana alam yang melanda negeri ini? tetapi entah kenapa mereka tidak sadar dengan kejadian-kejadian yang telah terjadi akhir-akhir ini? seandainya jika kita sempat membuka mata hati kita dan merangkul saudara-saudara kita yang lagi membutuhkan uluran tangan kita, alangkah damai dan indahnya negeri ini. Mungkin tidak akan ada lagi saudara-saudara kita yang merintih, dengan tangisan yang mengilukan telinga.
Atas kejadian itu semua marilah kita berbesar hati untuk menerima keadaan yang telah melanda negeri ini dan mencobalah membuka mata hati untuk merangkul saudara-saudara yang membutuhkan kita. Bencana alam adalah peringatan dan ujian dari Allah,yang patut kita terima dengan lapangdada sehingga kita mendapatkan kekuatan spiritual, tertawalah di saat saudara kita tertawa, rangkullah disaat saudara kita menagis. Maka dengan itu semua kita tidak akan melihat saudara-saudara kita menagis lagi. Damai dan sejahteranya negeri ini, jika itu semua terealisasikan di negeri kita. Mudah-mudahan kita sadar dan menyadari dari semua kejadian alam yang telah menimpa negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar