PARADIGMA PENDIDIKAN INDONESIA
Mutu pendidikan Indonesia akhir – akhir ini banyak disoroti dari berbagai kalangan, hal ini tidak lepas dari realitas obyektif dalam dunia pendidikan yang menuai banyak masalah dan tidak pernah memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi polemik pendidikan di Indoesia. Indonesai termasuk negara yang masyarakatnya minim mengerti tentang pendidikan dan inilah polemik yang harus kita atasi bersama, sebagai mahasiswa agen perubahan agen of change.
Pendidikan akan mengikuti perkembangan jaman dan akan selalu menuntut kita semua untuk terus maju sesuai dengan perkembangan jaman. Ini semua adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari lagi, apalagi banyak lembaga – lembaga asing yang marak masuk ke Indonesia. Menurut logika kaum maxian ” Kita adalah kompetitor untuk berkompetisi dalam dunia pendidikan karna tidak akan ada dinamika tanpa kompetisi ”.
Oleh karena itu, salah satu agenda Departemen Pendidikan Nasional sekarang adalah mencetak siswa atau mahasiswa agar memiliki kemampuan, IPTEK dan IMTAQ agar bisa bersaing untuk menghadapi perkembangan jaman. Persaigan akan ketatnya pendidikan sudah dimulai, tetapi semua itu diluar sadar kita, memang kita harus mengakui bahwa pendidikan kita kalah jauh kalau dibanding dengan pendidikan lain di Asia Tenggara sana.
Apa yang harus kita perbuat? Apa hanya duduk manis melihat mereka menunjukkan eksistensinya dalam pendidikan? Menurut Mohammad Iqbal, seorang pemikir Islam Pakistan ” Siapapun yang berhenti meskipun sejenak pasti akan tergilas ” Artinya yang mempunyai kualitaslah yang akan menjadi penguasa, yang menjadi persoalan adalah sebagian besar masyarakat Indonesia belum siap untuk berkompetisi karena rendahnya kualitas SDM, menurut Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. “ manajemen dan mutu pendidikan di Indonesia yang kualitasnya masih diragukan ”.
Pendidikan yang bermanfaat adalah pendidikan yang menimbulkan pemikairan kritis terhadap keadaan, bisa beradaptasi dengan cepat dalam membawa perubahan ke hal yang lebih positif, dan tujuan pendidikan adalah ingin terbentuknya sebuah tatanan masyarakat sosial yang dalam hidupnya menjadikan pendidikan sebagai tolok ukur kita untuk menjadi lebih baik, baik itu pendidikan Islam maupun pendidikan Umum.
Hiruk pikuk akan ketatnya daya saing dan menuntut kita untuk menghapapi tuntutan global, betapa pentingnya pendidikan dalam kehidupan untuk mengangkat derajat seseorang, tetapi kenapa masyarakat kita tidak sadar akan begitu pentingnya pendidikan? Siapa yang harus disalahkan negara, menteri pendidikan, ataukah kita? Kita kembali kepada kesadaran kita masing – masing akan kebutuhan pendidikan untuk masa depan dan menghadapi tuntutan global.
Degan demikian, kesadaran adalah kunci utama yang harus dibina dalam diri kita dan yang menjadi hal paling pokok untuk pengendalian diri sendiri. Jika hal ini dijadikan prioritas utama dalam kehidupan kita, maka akan ada kontrol yang hebat dan peggendalian diri atas dasar kemajuan pendidikan dan tuntutan untuk menghadapi peradaban dunia global. Semoga Allah SWT. Selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan ummat Islam... Amin...yarobbal...‘alamin.
By: Ach. Taufiqurrahman
Pen. Bhs. Iggris / Class D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar