Jumat, 31 Desember 2010
Minggu, 26 Desember 2010
Garudaku menagis
Hal ini cukup menyakitkan ketika indonesia dikalahkan telak 3-0 tetapi ini semua tidak menyurutkan semangat para punggawa sang merah putih untuk bermain lebih baik lagi ketika bermain di stadion BUNGKARNO pada tanggal 29 nanti, saya dan tentunnya juga bangsa indonesia berharap para punggawa sang merah putih itu bisa bangkit dari kekalahan untuk menuju kemenagan. kekalahan itu semua disebabkan karena indonesia meremehkan permainan lawan pada final leg pertama. oleh sebab itu, ini yang harus disadari pelatih dan para pemain indonesia untuk mewaspadai hal-hal yang tidak terkira sebelumnya, inilah kekurangan yang ada di negara kita diberi menang sedikit saja sudah mulai ngelunjak dengan membagi-bagikan koas timnas merah putih, ada-ada saja cara politikus indonesia dalam menebar pesona. momen pertandingan piala AFF 2010 leg pertama juga tidak disia-siakan untuk mencari simpati. kemarin (25/12), jika memang mereka ikhlas memberikan kaos untuk tujuan mendukung team kesanyangan kita kenapa masih ada embel-embel nama sperti Bakrie atau Menakertnas, biasalh orang berpolitik tidak akan memberi jika tidak ada maunya.
marilah kita sadar diri untuk menuju hal yang lebih baik coba bayangkan, di ajang yang bergengsi ini para politukus masih sempat-sempatnya mengambil kesempatan untuk berpolitik dasar politikus, yang ada di benaknya hanya kekuasaan dan ketenaran untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.
hiduplah indonesiaku, saya bangga padamu para punggawa timnas, setidaknya kalian juga kami anggap pejuang yang membela negara untuk menharumkan nama bangsa ini. sebenarnya kalianlah yang patut di acungi jempol malah bukan para politukus yang hanya membawa derita bagi rakyat indonesia.
marilah kita sadar diri untuk menuju hal yang lebih baik coba bayangkan, di ajang yang bergengsi ini para politukus masih sempat-sempatnya mengambil kesempatan untuk berpolitik dasar politikus, yang ada di benaknya hanya kekuasaan dan ketenaran untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini.
hiduplah indonesiaku, saya bangga padamu para punggawa timnas, setidaknya kalian juga kami anggap pejuang yang membela negara untuk menharumkan nama bangsa ini. sebenarnya kalianlah yang patut di acungi jempol malah bukan para politukus yang hanya membawa derita bagi rakyat indonesia.
Sabtu, 25 Desember 2010
TKI PAHLAWAN DEVISA NEGARA
TKI PAHLAWAN DEVISA NEGARA
Issue pemberitaan tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) akhir-akhir ini menjadi pemberitaan hangat yang selalu di muat di media massa membahas nasib mereka yang ada di negeri orang, merantau untuk mencari penghasilan demi melanjutkan kelangsungan hidup diri sendiri dan keluargnaya. Namun, kasus yang menimpa mereka sanggat memprihatinkan ketika mereka tidak mendapatkan perlindungan hukum yang layak dari pemerintah, padahal jika kita boleh menyebut mereka, TKI adalah pahlawan devisa bagi Negara Indonesia. Hal itu cukup disayangkan jika melihat jumlah TKI yang berangkat setiap tahun dan sumbangsih devisa dari para TKI tersebut bagi kelangsungan perekonomian Indonesia. Di Arab Saudi saja, tercatat sekitar 1 juta TKI dengan sumbangan devisa USD 2 miliar. (jawa pos,19/11/10)
Masalah tenaga kerja Indonesia internasional ini menjadi permasalahan komplek yang harus di selesaikan, semua ini tidak lepas dari perdagagan secara legal maupun ilegal diantara dua Negara ataupun lebih. Pemerintah Indonesia untuk saat ini memandang biasa dengan adanya pasar tenaga kerja Indonesia (TKI), Prof. M. Sandi mengatakan, “ditinjau dari analisa ekonomi maka bisa dilihat dua pasar tenaga kerja yang terbesar mencakup TKI Indonesia yang masuk Malaysia secara legal. Mengenai jumlahnya tidak ada angka yang tepat. Mungkin sekitar 1,5 juta orang. Pada umumnya di pasar ini bukan persoalan yang sengit. Pasar kedua adalah pasar TKI Indonesia yang illegal. Jumlahnya tentu tidak ada kepastian, tetapi angka 600-800.000 sering disebut. Masalah yang mencuat (deportasi, perlakuan tidak manusiawi, eksploatasi, dsb-nya) ada di pasar ini.” Namun pemerintah Indonesia hanya biasa-biasa saja mengamabil sikap maupun kebijakan, padahal ini adalah masalah serius yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Semua ini memerlukan usaha keras untuk mengatasi masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang legal maupun ilegal tidak hanya menyalahkan satu pihak. Tenaga kerja Indonesia (TKI) perlu perlindungan dari pemerintah sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan seperti tindakan kekerasan, pemerkosaan dan lain sebagainnya terhadap TKI, tenaga kerja Indonesia membantu sumbangsih devisa pemerintah yang sangat besar bagi APBN, tetapi apakah pemerintah hanya menggambil keuntugan dari tenga kerja Indonesia (TKI)? dan mengabaikan tanggung jawabnya untuk melindugi setiap warga negara. Ini sangat memprihatinkan ketika tidak ada ketegasan dari Negara terhadap TKI, padahal TKI itu adalah aset Negara yang harus di pertahankan dan diperhitungkan.
Sejauh ini selama periode kepemimpin presiden SBY masalah TKI ini masih sulit untuk diatasi dikarenakan belum terpenuhinya target ekonomi nasional yang mapan sudah menjadi pasti dengan sistem perekonomian yang kurang mapan itu belum bisa menyerap peganguran baru maupun yang lama. Setiap tahun angka pengangguran bertambah kurang lebih 2 juta. Ini juga menjadi salah satu penyebabab merantaunya saudara-saudara kita ke negeri orang untuk mengadu nasib, ini semua dikarenakan didalam negeri tidak ada alternatip dan minimnya angka lapangan pekerjaan sehingga mereka terpaksa menjadi TKI legal maupun ilegal. Namun, semuanya ini membutuhkan waktu jangka panjang dan rencana matang untuk megatasi pengganguran dalam negeri ini. Maka jangan berharap masalah TKI ini bisa diselesaikan tahun ini atau yang akan datang.
Oleh karena itu, harus ada penaganan khusus bagi masalah ini untuk membantu mereka yang kesulitan dalam segi ekonomi untuk melanjutkan kelangsungan hidup mereka dengan menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan dan dimodali oleh pemerintah, dengan itu semua secara perlahan-lahan akan terbentuk lapangan pekerjaan baru, dan dengan semakin terbukanya lapangan pekerjaan itu diharapkan bisa menekan angka TKI dan pengangguran di dalam negeri. Mari kita bersama-sama berfikir cerdas untuk mengatasi masalah ini, memberikan solusi terbaik untuk Negeri ini.
Langganan:
Postingan (Atom)